April 15, 2016

Recipient of the Knight in the Battle of Rzhev

Generalleutnant Carl Becker (16 Januari 1895 - 24 Maret 1966) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian menjadi polisi di masa antar-perang. Pada tahun 1934 dia kembali ke militer dengan pangkat Hauptmann. Becker menjadi komandan kompi pada tahun 1935, dilanjutkan dengan menjadi komandan batalyon pada tahun 1937, dan komandan resimen pada tahun 1940. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Oktober 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte, setelah berhasil memukul mundur serangan pasukan Rusia di Rzhev bulan Agustus sebelumnya. Pada awal tahun 1943 Becker dipercaya sebagai komandan sementara 2. Luftwaffen-Feld-Division, dilanjutkan dengan komandan 253. Infanterie-Division (18 Januari 1943 - 9 Mei 1945). Dia mendapatkan medali Eichenlaub #829 pada tanggal 14 April 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 253.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Ketika perang berakhir, Becker ditangkap oleh pasukan Rusia dan baru dibebaskan pada tahun 1955. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Grossherzoglich Oldenburgisches Friedrich August-Kreuz II.Klasse (14 Juli 1915) und I.Klasse (13 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Juli 1915) und I.Klasse (17 Juni 1917); kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration (13 Mei 1918); Ritterkreuz des königlichen preußische Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (8 Juli 1918); Ehrenritterkreuz II. Klasse des Grossherzoglich Oldenburgischer Haus-und Verdienstorden des Herzogs Peter Friedrich Ludwig mit Schwertern (23 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (19 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939) und I.Klasse (10 Juni 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #393 (29 September 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #393 (4 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/30 (18 Oktober 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 24 Oktober 1943 dan 10 Oktober 1944

Recipient of the Knight in the Battle of Rzhev

Generalleutnant Carl Becker (16 Januari 1895 - 24 Maret 1966) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian menjadi polisi di masa antar-perang. Pada tahun 1934 dia kembali ke militer dengan pangkat Hauptmann. Becker menjadi komandan kompi pada tahun 1935, dilanjutkan dengan menjadi komandan batalyon pada tahun 1937, dan komandan resimen pada tahun 1940. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Oktober 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte, setelah berhasil memukul mundur serangan pasukan Rusia di Rzhev bulan Agustus sebelumnya. Pada awal tahun 1943 Becker dipercaya sebagai komandan sementara 2. Luftwaffen-Feld-Division, dilanjutkan dengan komandan 253. Infanterie-Division (18 Januari 1943 - 9 Mei 1945). Dia mendapatkan medali Eichenlaub #829 pada tanggal 14 April 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 253.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Ketika perang berakhir, Becker ditangkap oleh pasukan Rusia dan baru dibebaskan pada tahun 1955. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Grossherzoglich Oldenburgisches Friedrich August-Kreuz II.Klasse (14 Juli 1915) und I.Klasse (13 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Juli 1915) und I.Klasse (17 Juni 1917); kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration (13 Mei 1918); Ritterkreuz des königlichen preußische Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (8 Juli 1918); Ehrenritterkreuz II. Klasse des Grossherzoglich Oldenburgischer Haus-und Verdienstorden des Herzogs Peter Friedrich Ludwig mit Schwertern (23 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (19 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939) und I.Klasse (10 Juni 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #393 (29 September 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #393 (4 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/30 (18 Oktober 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 24 Oktober 1943 dan 10 Oktober 1944

Photo 168. Infanterie - Division

Foto 168. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Major Erich Becker (8 April 1911 - 16 Juni 1993) bergabung dengan Reichswehr pada tahun 1930. Unit pertamanya adalah Infanterie-Regiment 15, dilanjutkan dengan Infanterie-Regiment 50 (1935), dan Infanterie-Regiment 385 (1940). Becker adalah seorang perwira yang sangat berpengalaman karena dia telah ikut berpartisipasi dari sejak pendudukan Sudetenland (1938), penyerbuan Polandia (1939), Pertempuran Prancis (1940), Unternehmen Barbarossa (1941), pengepungan Leningrad (1941), dan ofensif Praha (1944). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 September 1944 sebagai Major dan Kommandeur Grenadier-Regiment-Gruppe 425 / Divisionsgruppe 223 / 168.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Medali bergengsi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas prestasi Becker dalam pertempuran di persimpangan Brok/Ostrov (Front Timur). Sebagai seorang pimpinan dari resimen yang sudah hampir kolaps, Becker bertahan mati-matian di kota yang terkepung. Ketika pasukan Soviet memilih untuk melewati kota tersebut demi untuk memburu pasukan Jerman yang bergerak mundur, Becker tidak tinggal diam dan segera memutus jalur kembali yang menghubungkan musuh dengan pasukan utamanya di belakang. Meskipun mendapat serangan balik gencar, sang Regimentskommandeur gigih bertahan sehingga pada akhirnya musuh yang kepalang berada di front depan kini terjepit dari dua arah dan hancur lebur. Berprestasi begitu rupa dengan kondisi pasukan yang sudah morat-marit bukanlah hal sepele, dan Becker pun direkomendasikan untuk mendapatkan Ritterkreuz (dan menerimanya). Pada tanggal 9 Mei 1945 dia ditangkap oleh pihak Soviet dan menjalani masa tahanan sampai dengan tanggal 7 Januari 1950. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (23 September 1939) und I.Klasse (20 April 1942); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (19 Januari 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (4 Agustus 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Oktober 1942); Verwundetenabzeichen in Gold (20 April 1944); Nahkampfspange in Silber (1944); serta Deutsches Kreuz in Gold (28 April 1944)

Photo 370. Infanterie - Division


PERAIH RITTERKREUZ

 Generalleutnant Fritz Becker (7 Maret 1892 - 11 Juni 1967) adalah veteran Perang Dunia Pertama serta Reichswehr yang kemudian menjadi seorang perwira tinggi Wehrmacht dalam Perang Dunia II. Palagan terakhir diawalinya sebagai komandan Infanterie-Regiment 60, dilanjutkan dengan jabatan Ober-Feldkommandantur 365 (15 Juli 1942 - 15 September 1942) dan komandan 370. Infanterie-Division (15 September 1942 - 1 Juni 1944). Dalam gerak mundur dari Kuban di wilayah 17. Armee, Becker memimpin divisinya dengan penuh determinasi, terutama saat menahan serbuan bergelombang pasukan Rusia dari 37th Army di wilayah Protoka dan Slavyanskaya. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 6 April 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 370. Infanterie-Division / XXXXIX.Gebirgskorps / 17.Armee / Heeresgruppe A. Setelah sempat menjadi Führerreserve, secara berturut-turut Becker ditempatkan sebagai komandan sementara XXXXVI. Panzerkorps (3 Juli 1944 - 26 Juli 1944), komandan sementara XXIV. Panzerkorps (20 Agustus 1944 - 30 September 1944), komandan 389. Infanterie-Division (30 September 1944 - 25 Maret 1945), dan komandan Verteidigungsbereich Bremen (5-27 April 1945). Becker sempat terluka berat dalam kecelakaan pesawat terbang. Dia ditawan oleh pihak Inggris dan baru dibebaskan tanggal 6 Januari 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1914) und I.Klasse (29 Oktober 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (13 Desember 1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse (2 Oktober 1936) und I.Klasse (29 Januari 1938); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Mei 1940) und I.Klasse (3 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (24 November 1941); Deutsches Kreuz in Gold (22 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 September 1942); serta Kubanschild (1943)

Photo Album Ordensburg Crössinsee collection of Harry von Gebhardt



















Gestapo ( Geheime Staatspolizei ) , Nazi Secret Police to Fear

Terimakasih !



PEMBENTUKAN GESTAPO

GEheime STAats POlizei (Polisi Negara Rahasia) disingkat menjadi GESTAPO. Tujuh huruf ini merupakan ide dari salah seorang pegawai kantor pos untuk mempersingkat tulisan pada stempel alamat. Tapi siapa yang sangka, ide dari pegawai kantor pos tersebut menjadi suatu kata yang mengandung teror dan sangat ditakuti oleh seluruh Eropa!

Gestapo dbentuk oleh Hermann Göring pada bulan April 1933 sebagai salah satu upaya untuk meredam lawan politik Hitler. Walaupun saat itu Hitler sudah memegang kekuasaan penuh, tapi masih ada sebagian tokoh politik yang tidak senang dengan Hitler, terutama dari Partai Sosialis Demokrat dan Partai Komunis Jerman. Dalam berbaur dengan masyarakat, anggota Gestapo tidak memakai seragam kepolisian melainkan memakai pakaian sipil. Anggota Gestaspo bisa menyamar jadi tukang susu, pedagang pasar, pegawai kantoran, bahkan bisa menjadi pembantu rumah tangga.

Tugas utama Gestapo adalah menjadi mata-mata untuk mengawasi berbagai tindakan di masyarakat yang bisa menimbulkan sentimen anti-Nazi. Dalam operasionalnya, setiap instruksi dan tindakan dari Gestapo tidak akan dibuka dalam persidangan, jadi Gestapo bisa bertindak tanpa harus mengikuti prosedur hukum, bisa menangkap siapa saja, menginterogasi dengan berbagai cara, dan mengirimkan orang yang ditangkap itu ke dalam penjara tanpa harus melewati meja persidangan.

Jadi misalkan saja ada orang yang iseng membuat lelucon yang menghina Nazi, maka malam harinya orang tersebut kemungkinan sudah dijemput paksa dari rumah dan dijebloskan dalam tahanan. Sejak Gestapo dibentuk, penjara selalu kepenuhan, bahkan banyak tahanan yang dipindahkan ke kamp penahanan yang kelak cara demikian juga menjadi modus untuk menyeret orang ke dalam kamp konsentrasi.

Awalnya Gestapo ini dibawah kendali Hermann Göring, dan Göring hendak menggunakan Gestapo sebagai alat untuk mengukuhkan dirinya dalam hirarki partai Nazi. Namun kemudian ada orang dekat Hitler yang juga tertarik dengan Gestapo, yaitu pemimpin Pasukan SS, Heinrich Himmler. Dan perseteruan dua orang dekat Hitler ini sempat menimbulkan ketegangan dalam Partai Nazi, namun kemudian Göring melihat peluang lain yang lebih menjanjikan dan Gestapo akhirnya diserahkan kepada Himmler.

Untuk membantu operasional Gestapo, Himmler dibantu oleh wakilnya di SS, yaitu Reinhard Heydrich. Dan dalam perkembangan berikutnya, Heydrich lah yang paling berjasa dalam mengembangkan Gestapo dan menyusun suatu sistem operasional mata-mata yang efisien dalam mengawasi seluruh Jerman. Sebab Gestapo sebenarnya hanya sebuah divisi kecil dibawah kepolisian Jerman yang anggotanya hanya berjumlah 40.000 orang, tapi Gestapo mampu mengendalikan informasi seluruh Jerman bahkan di semua negara yang ditaklukan oleh Jerman selama masa Perang Dunia II. Warga yang menjadi korban dari Gestapo kebanyakan berasal dari Belanda, Belgia, dan Prancis.

Maka Jerman yang sudah dibawah pengawasan Gestapo, Nazi semakin leluasa untuk “mencuci otak” rakyat Jerman supaya ikut kepada faham Nazime dan membuat setiap ide dari lawan politik Nazi adalah sebuah tindakan kejahatan. Dan hasilnya adalah peristiwa pembakaran buku-buku yang non-Jerman dan kurikulum Nazi mulai diajarkan di bangku sekolah.

Pada masa itu banyak tokoh Yahudi yang mulai meninggalkan Jerman, misalnya Sigmund Freud dan Albert Einstein. Dan kamp tahanan Nazi mulai bertambah banyak, sampai akhir Perang Dunia II jumlahnya mencapai ratusan.



MALAM PISAU PANJANG

Ketika Hitler menjadi Kanselir, lawan politik Hitler tidak berkutik melawan semua kebijakan Nazi. Semua yang menentang dibabat habis atau dibungkam, terutama setelah terbentuknya Gestapo. Namun masih ada ancaman yang besar dalam tubuh Partai Nazi itu sendiri, yaitu Pasukan SA yang dibentuk oleh Adolf Hitler dan Ernst Rohm pada masa-masa awal Partai Nazi bertumbuh. Demi Hitler dan Partai Nazi, setiap anggota SA tidak ragu mempertaruhkan nyawa mereka untuk melawan Komunis dijalanan dan siapa saja yang menghambat Hitler.

Pada tahun 1934, setahun setelah pemerintahan sudah dikendalikan oleh Hitler dan Partai Nazi, tugas fisik yang membutuhkan SA bisa dibilang sudah tidak ada. Dan ini menjadi suatu dillema besar bagi Hitler.

Ketika awal menapak kekuasaan, Hitler berjanji dan selalu meyakinkan para Jenderal bahwa pasukan SA tidak pernah akan menggantikan militer Jerman yang berjumlah 100.000 prajurit yang dibatasi persenjataannya karena Perjanjian Versailles. Sebaliknya, karena SA bukan militer Jerman, mereka berkembang menjadi para-militan yang berjumlah 3.000.000 anggota, dan jumlah anggota SA yang memiliki akses persenjataan jauh lebih banyak daripada tentara Jerman sendiri.

Hal ini menjadi isu yang sangat serius karena setelah Hitler menjadi Kanselir, SA sudah mulai menuntut agar mereka bisa menggantikan tentara Jerman. Sedangkan Hitler banyak berutang kepada para Jenderal yang mendukungnya menjadi Kanselir, dan sebagian besar Jendral itu adalah keturunan bangsawan yang berpengaruh di Jerman.

Masalah lain adalah SA juga mulai menuntut hak untuk menikmati pembagian hasil dari Jerman, tuntutan ini sangat anti-kapitalis dan terdengar sangat Marxisme. Sedangkan Hitler juga banyak berutang kepada para bankir dan kaum industrialis yang menginginkan peluang bisnis dan usaha yang kondusif dan kompetitif.

Masalah ini timbul karena sebagian besar anggota pasukan SA memang direkrut dari kalangan buruh dan pekerja mengengah. Ingat bahwa Nazi adalah singkatan dari Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh National Sosialis Jerman). Dan mereka percaya kata sosialis itu berarti pemerataan pendapatan, dan mereka berhak atas setiap kekayaan Jerman. Bahkan pasukan SA tidak ragu untuk menarik upeti dari setiap toko dan pemilik usaha.

Kelakuan SA ini jelas mengancam karir politik Hitler dan masa depan Nazi. Untuk itu Hitler melakukan rapat akbar mencoba untuk menjelaskan kepada semua bahwa SA tidak akan pernah menggantikan Angkatan Bersenjata Jerman dan hanya sebagai unit fungsi lapangan Partai Nazi.

Setelah rapat itu, Ernst Rohm mengatakan bahwa Hitler adalah seorang penghianat. Sejak awal SA sudah setia kepada Hitler dan Nazi, hanya untuk mencapai moment seperti sekarang. Maka Ernst Rohm merencanakan untuk melakukan kudeta terhadap Hitler, tapi informasi ini bocor ke telinga Hitler lewat seorang anggota SA yang setia kepadanya.

Karena Hitler merasa Rohm sudah diluar kendali dan menjadi ancaman serius, maka Hitler merencanakan misi untuk menghabisi SA. Hitler memanggil orang dekat kepercayaannya, Himmler dan Goring, serta Heydrich, untuk menyusun langkah mengakhiri SA. Bagi Goring dan Himmler yang ambisius, berakhirnya SA tentu membawa suatu keuntungan sendiri bagi mereka.

Sebelum rencana yang tersusun rapi itu terlaksana, Wakil Kanselir Papen mengacaukan semuanya. Dalam pidatonya di University of Marburg, Papen mengatakan ada kemungkinan ancaman kudeta dari Ernst Rohm dan dia mendesak Hitler untuk segera mengambil tindakan pencegahan.

Pidato ini dimuat di berbagai media massa, dan menimbulkan ketegangan antara perwira militer dengan Hitler. Bahkan Presiden Hindenburg sampai memanggil Hitler untuk rapat bersama semua staff Angkatan Bersenjata, mengancam akan mengeluarkan dekrit negara dalam keadaan darurat, militer akan mengambil alih negara, dan rezim Nazi akan diakhiri.

Dan kondisi ini sangat mengancam posisi Hitler, dan dia mengalami dillema. Jika konfrontasi dengan Presiden Hindenburg dan petinggi militer, jelas Hitler memiliki keuntungan karena ada Pasukan SA yang dipersenjatai. Namun Hitler tidak ingin mengambil kekuasaan dengan cara kekerasan, karena dengan demikian popularitasnya di mata rakyat Jerman akan hilang.

Sementara itu Goring dan Himmler sibuk menyebarkan isu mengenai kemungkinan SA akan melakukan kudeta, dan isu tersebut membuat Jerman semakin tegang.

Diam-diam Heydrich dan Himmler bertemu dengan para petinggi militer. Mereka meminta dukungan senjata dan sarana transportasi untuk menjalankan rencana menghabisi SA. Dan tentara Jerman juga sudah disiagakan jika diperlukan sebagai cadangan kekuatan.

Dan akhirnya pada hari Jumat, 29 Juni 1934, operasi menghancurkan SA disetujui Hitler dan langsung dijalankan. Tanpa mengundang kecurigaan, Hitler sengaja menyusun rencana kunjungan kerja ke Munich, sebenarnya dia hendak melakukan konfrontasi secara langsung dengan Ernst Rohm dan mengakhiri hubungan mereka selama 15 tahun. Sementara itu pasukan SS yang didampingi oleh Gestapo menyebar ke seluruh Jerman dan mengincar semua pimpinan SA di kota setempat.

Pada tanggal 30 Juni 1934, Hitler sampai di Munich pada saat subuh. Dia langsung menuju ke kediaman Rohm bersama beberapa orang SS. Dia mendobrak masuk dan menemukan Rohm masih tidur dengan seorang pria muda disampingnya. Hitler langsung memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Rohm dan pasangan prianya. Dan memang sudah rahasia umum bahwa sebagian besar pimpinan SA adalah gay. Tapi Hitler selalu mentolerir hal ini karena SA masih berguna bagi dia.

Sementara itu di beberapa tempat lain, pasukan SS bersama Gestapo memburu pimpinan SA dan langsung mengeksekusi di tempat. Selain para pimpinan SA, orang yang menentang Hitler juga yang turut dieksekusi. Misalnya Gregor Strasser, Kurt von Schleicher, dan Gustav von Kahr. Dan peristiwa pagi hari berdarah itu lebih dikenal dengan istilah “MALAM PISAU PANJANG”

Ernst Rohm ditahan di penjara Stadelheim. Pada mulanya Hitler tidak ingin membunuh Rohm karena memandang hubungan mereka selama 15 tahun, namun keputusannya kemudian dipengaruhi oleh Himmler dan Goring yang ingin mengambil keuntungan dari kematian Rohm.

Himmler menemui Rohm di penjara dan memberikan sebuah pistol untuknya melakukan bunuh diri, tapi Rohm menolak dan berseru “Jika saya akan dihukum mati, biarkan Adolf sendiri yang melakukannya”.

Tapi Himmler tidak memperdulikan perkataan Rohm dan memberinya waktu 10 menit untuk bunuh diri. Dan 15 menit kemudian, dua orang anggota SS memasuki sel tahanan Rohm dan mengeksekusinya. Sebelum Rohm dieksekusi, dia berdiri dan kemudian berpose hormat ala Nazi sambil berseru “MEIN FUHRER!!” dan kemudian terdengar suara tembakan mengakhiri hidup Rohm.

Setelah hari yang berdarah itu, Hitler kemudian mengarahkan semua anggota SA untuk dijadikan pasukan sukarelawan Jerman dan semuanya ditempatkan dibawah komando para Jenderal Angkatan Bersenjata. Presiden Hindenburg dan para staff militer memberikan selamat kepada Hitler atas aksi pembersihkan itu dan kemudian para Jenderal bersumpah setia mendukung pemerintahan Hitler.

Dengan demikian berakhir juga ancaman dari SA terhadap posisi Hitler. Dan sekarang, satu-satunya yang menghalangi Hitler untuk memperoleh puncak kekuasaan absolut hanya satu, yaitu seorang Ksatria Tua, Presiden Paul von Hindenburg.




Award Winners of the Ost - Bataillonen

OST-BATAILLON 439

 Oberstleutnant der Reserve Hanns Becker (29 Desember 1904 - 16 Agustus 1965) bergabung dengan Panzerjäger-Abteilung 13 pada tanggal 26 Agustus 1939. Setelah menjadi perwira setahun kemudian, dia bertugas sebagai komandan kompi di Panzerjäger-Abteilung 267. Pada tahun 1944 dia menjadi komandan Ost-Bataillon 439 yang anggotanya sebagian besar adalah orang-orang Rusia dan Ukraina. Dalam Pertempuran Normandia dia dan batalyonnya bertarung begitu gagah berani melawan pasukan pendaratan Sekutu di Isigny, sehingga dianggap sebanding dalam hal ketangguhannya dengan rekan-rekan seperjuangan mereka yang merupakan orang Jerman asli! Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian besar unit-unit sukarelawan "Timur" lainnya di Normandia, yang mempunyai kualitas tempur begitu menyedihkan sehingga banyak yang statusnya diturunkan menjadi hanya sebagai penjaga instalasi belaka! Tentu saja hal tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan Becker yang mengagumkan, sehingga sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Agustus 1944 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur Ost-Bataillon 439 / 352.Infanterie-Division / II.Fallschirmkorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Tak lama setelahnya Becker menjadi Führerreserve, dan penempatan terakhirnya adalah sebagai komandan Grenadier-Regiment 2 / Infanterie-Division "Theodor Körner". Pada tanggal 7 Mei 1945 dia menyerahkan diri pada pasukan Amerika Serikat. Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Juli 1941) und I.Klasse (27 Juli 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Juni 1942)

Photo Album 15. Infanterie -Division collection of Harry von Gebhardt























TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA

TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA A. TOPOLOGI JARINGAN ( KELEBIHAN DAN K...