April 21, 2016

Photo Battle of Gazala

Foto Pertempuran Gazala

 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Sonderführer Dr. Ernst Franz (Dolmetscher Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), dan Generale di Divisione Arnaldo Azzi (Komandan 101ª Divisione di fanteria “Trieste”). Foto kemungkinan besar diambil di sekitar kancah Pertempuran Gazala yang berlangsung dari tanggal 26 Mei s/d 21 Juni 1942

Photo Battle of Tobruk

Foto Pertempuran Tobruk

 Rommel berunding dengan para staffnya di markas besarnya Libya bulan April 1942 untuk merancang strategi terbaik demi merebut kota pelabuhan Tobruk dari tangan pasukan Inggris. Foto jepretan Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tanggal 26 Mei 1942. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Oberstleutnant im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzerarmee "Afrika"), Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Generalleutnant Walther Nehring (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps)


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) berdiri dengan latar belakang konvoy pasukan Poros (Jerman, Italia, dan sukarelawan Arab) di dekat Gazala yang sedang bergerak maju menuju Tobruk, Mei 1942. Dalam apa yang dinamakan sebagai Pertempuran Gazala, anakbuah Rommel berhasil menggasak pasukan gabungan Inggris dan Persemakmuran, mengusir mereka dari Libya sekaligus menduduki kota pelabuhan Tobruk yang sangat strategis. Hal ini dianggap sebagai pencapaian terbesar Sang Rubah Gurun di Afrika Utara, dan sebagai balasannya Hitler langsung menaikkan pangkat secara luar biasa jenderal favoritnya tersebut menjadi Generalfeldmarschall, sehingga menjadikan Rommel Marsekal (Jenderal Bintang Lima) termuda di seantero Wehrmacht dalam usia 50 tahun! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller


 Generaloberst Erwin Rommel (kedua dari kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadiSd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil di dekat wilayah Tobruk (Libya)


 Generaloberst Erwin Rommel (memakai topi visor, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (memakai gogel, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen WH-937036 "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling di dekat wilayah Bir Hacheim (Libya) bulan Juni 1942


 Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengobservasi lapangan di dekat El Alamein (Mesir) sesampainya disana pada tanggal 18 Juni 1942 untuk melakukan pertemuan dengan Fliegerführer Afrika, General der Flieger Otto Hoffmann von Waldau. Berdiri nomor dua dari kiri adalah Oberst Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di latar belakang kita bisa melihat sebuah mobil staff Horch serta Flak 88. Foto oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling


Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942, setelah sebuah serangan memutar yang brilian. Sekitar 33.000 orang prajurit Inggris dan Persemakmuran yang tertawan sehingga menjadikannya kekalahan terbesar kedua Inggris dalam Perang Dunia II setelah jatuhnya Singapura (80.000 orang yang tertawan)! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942 (Bayerlein duduk di kiri sementara Rommel di kanan). Di sebelah kiri foto tampak terparkir sebuah Panzerbefehlswagen III Ausf.C/H (SdKfz. 266/267/268). Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 
 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942). Latar belakang memperlihatkan suasana pelabuhan yang dipenuhi oleh kapal-kapal rusak tak terpakai hasil pemboman selama berbulan-bulan. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini sang Marsekal sedang berjalan di tengah diikuti oleh seorang perwira Italia di kiri dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di kanan. Di sebelah kanan foto terlihat "britische Kriegsgefangene" (tawanan Inggris) yang sedang duduk-duduk santai menunggu untuk dikirim ke kamp tawanan Jerman di garis belakang. Pada kenyataannya, cukup banyak pasukan dari negara lain yang ikut mempertahankan Tobruk dari serangan Jerman, termasuk dari Australia, Afrika Selatan, dan bahkan Cekoslowakia! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kedua dari kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini tampak sang Marsekal sedang menanyai seorang prajurit Afrikakorps dengan latar belakang pelabuhan tempat bersandar kapal. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menerangkan sesuatu di peta kepada para prajurit Jerman dan Italia di Tobruk di hari kota tersebut jatuh ke tangan Jerman. Bertolak pinggang di sebelah kanan adalah Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di belakang mereka adalah Leutnant tak dikenal yang berasal dari unit Panzertruppen (terlihat dari pin tengkorak di kerahnya). Foto diambil tanggal 21-22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dan memperlihatkanGeneraloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas sebuah mobil atap terbuka dalam inspeksi ke kota pelabuhan Tobruk yang baru diduduki oleh pasukan Jerman sehari sebelumnya. Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") sedang diwawancarai oleh PK-Tonberichter (reporter radio) Günther Halm mengenai Pertempuran Tobruk yang baru saja usai (dengan pihak Jerman yang keluar sebagai pemenangnya). Di tengah ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps). Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut

Photo Battle of Remagen Bridge

Foto Pertempuran Jembatan Remagen

Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht yang bertanggungjawab terhadap pertahanan pasukan Jerman di wilayah Ruhr bulan Maret-April 1945, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalleutnant Fritz Bayerlein (mit der Führung beauftrag LIII. Armeekorps), dan seorang perwira Panzertruppen tak dikenal yang disebut-sebut sebagai penanggungjawab pertahanan Jembatan Remagen. Setelah cari sana sini, saya menemukan bahwa unit tank Jerman yang bertugas di Remagen pada periode ini adalah Panzer-Regiment 15 yang merupakan bagian dari 11.Panzer-Division dan dipimpin oleh Major Jürgen Reichart. Saya tidak tahu apakah perwira di kanan adalah Major Reichart atau bukan, soalnya belum pernah nemu fotonya, dan apalagi ketemu orangnya

Photos S.S. Sturmbrigade R.O.N.A. (Brigade Kaminski)

Foto S.S. Sturmbrigade R.O.N.A. (Brigade Kaminski)
Foto ini memperlihatkan tank-tank T-34 Soviet hasil rampasan milik Waffen-Sturm-Brigade "RONA" (Brigade Kaminski). Lokasi dan tanggal tidak diketahui. Waffen-Sturm-Brigade "RONA" adalah unit anti-Partisan yang anggotanya kebanyakan merupakan warga area otonomi Lokot di wilayah Soviet yang diduduki oleh pasukan Jerman (Hutan Bryansk). Pada pertengahan tahun 1943, jumlahnya telah membengkak menjadi 10-12 ribu prajurit dan dilengkapi dengan tank dan artileri hasil rampasan dari Rusia

Court of War Crimes Against Women Aged 91 Years

Pengadilan Penjahat Perang Terhadap Perempuan Berusia 91 Tahun


Jaksa penuntut Jerman mengadili perempuan berusia 91 tahun dengan 260 tuduhan keterlibatan pembunuhan saat ia masih menjabat sebagai anggota Nazi yang bertugas di kamp Auschwitz.

Dilansir The Independent, Senin (21/9/15), merujuk pada keterangan juru bicara jaksa penuntut Schleswig-Holstein, Heinz Doellel, perempuan yang tak diungkap identitasnya tersebut bertugas sebagai operator radio di kamp komando Nazi dari April hingga Juli 1944.

Para jaksa berargumentasi bahwa ia dapat diadili atas tuduhan keterlibatan karena ia membantu fungsi kamp kematian tersebut.

Doellel mengatakan tak ada indikasi bahwa perempuan itu tak bisa diadili, meski pengadilan belum memutuskan apakah akan melanjutkan sidangnya hingga tahun depan.

Sebelumnya, seorang pria Jerman berusia 94 tahun yang bekerja sebagai staf administrasi di kamp Auschwitz, Oskar Groening, dinyatakan bersalah atas tuduhan ikut andil dalam pembunuhan 300 ribu warga Yahudi.

Meskipun tak membunuh siapapun selama bekerja di kamp di Polandia yang diduduki Nazi, Groening dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

Selama bekerja di kamp Auschwitz, Groening juga bertugas memeriksa gerbong kereta yang membawa warga Yahudi, menghapus dan menghitung catatan bank di dalammya, lalu mengirimnya ke kantor SS di Berlin. Catatan bank ini membantu mendanai perang Nazi.

Tuduhan terhadap dirinya terkait dengan periode kerja antara bulan Mei hingga Juli 1944, ketika 137 kereta membawa sekitar 425 ribu warga Yahudi dari Hungaria tiba di Auschwitz. Setidaknya 300 ribu di antaranya dikirim langsung ke tempat pembantaian umat Yahudi.

Jaksa berpendapat bahwa dengan menyortir catatan bank dari kedatangan warga Yahudi di kamp itu, Groening ikut mendukung rezim Nazi yang melakukan pembunuhan massal.

Kala itu, Groening berusia 21 tahun dan mengakui bahwa ia merupakan anggota Nazi yang antusias ketika dikirim untuk bekerja di kamp Auschwitz sejak 1942.

Groening menjalani proses pengadilan sejak April tahun ini dan mengaku bersalah secara moral. Ia menyerahkan kepada pengadilan untuk memutuskan apakah dia bersalah di mata hukum.

Awal Juli, Groening menyatakan ia hanya bisa meminta Tuhan untuk memaafkannya karena tak berhak menanyakan hal ini kepada korban Holocaust.

Persidangan atas Groening ini menimbulkan pertanyaan klasik ihwal apakah seluruh orang yang bekerja dengan Nazi, meskipun tidak terlibat dalam pembunuhan, dapat dinyatakan bersalah atas pembantaian ratusan ribu jiwa. Hingga saat ini, pengadilan Jerman selalu memutuskan para pekerja itu tidak bersalah.

Banyak warga Jerman ingin menutup sejarah pahit pembantaian Yahudi pada masa Holocaust. Mereka menilai, persidangan anggota Nazi yang kini renta atas kejahatan lebih dari 70 tahun lalu merupakan hal tidak pantas.

Photo 85. Infanterie-Division

Foto 85. Infanterie-Division

KOMANDAN DIVISI

Generalmajor Helmut Bechler (2 Juni 1898 - 9 Januari 1971) ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan sempat mengalami luka parah pada tahun 1916. Seusai perang dia telah menjadi seorang komandan kompi, tapi kemudian memilih untuk menjadi warga sipil daripada menjadi anggota Reichswehr. Pada tahun 1934 dia dipanggil kembali untuk bertugas di kemiliteran dengan pangkat Hauptmann. Bersama dengan Infanterie-Regiment 11, dia ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia, Prancis dan Rusia (yang terakhir bersama dengan Infanterie-Regiment 173). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 504 / 291.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, untuk kepahlawanannya dalam pertempuran di "Hube-Kessel" (Kantong Hube). Di wilayah yang terkepung ini, Bechler dan anakbuahnya mati-matian menahan gelombang serangan pasukanSoviet selama tiga hari sehingga memampukan tiga divisi Jerman keluar dari kepungan. Bechler terluka parah dalam Pertempuran Hutan Hürtgen di musim semi 1945 sehingga harus merelakan lengan kirinya yang diamputasi. Saat itu dia telah menjadi komandan 85. Infanterie-Division yang telah dia pimpin dari tanggal 7 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Juli 1916) und I.Klasse (21 Agustus 1918); Ritterkreuz II.Klasse des Sächsische Albrechts-Orden mit Schwertern (23 Mei 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (30 September 1918); Schlesischer Adler-Orden II.Stufe (29 November 1919) und I.Stufe (30 Januari 1920); Baltenkreuz I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (5 Maret 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Mei 1940) und I.Klasse (8 Juni 1940); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold; serta Infanterie-Sturmabzeichen (3 Juli 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 April 1944

Recipient of the Knight in the Battle of Kharkov

Peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Kharkov

PERAIH RITTERKREUZ

 SS-Hauptsturmführer der Reserve Wilhelm Beck (22 Desember 1919 - 10 Juni 1944) telah menjadi anggota Schutzstaffel (SS) dari tanggal 1 November 1938. Pada tahun 1940, SS-Oberscharführer Beck bertugas di unit Sturmgeschütz LSSAH bersama dengan calon jagoan panzer lainnya, Michael Wittmann. Pada saat dimulainya Unternehmen Barbarossa dia telah menjadi seorang komandan peleton berpangkat SS-Unterstrumführer. Dalam gerak maju ke kota pelabuhan Kerson di pinggiran Laut Hitam, unit StuG Beck sempat berduel menghadapi perahu patroli serta kapal selam Soviet! Pada tahun 1942 dia diangkat sebagai komandan baterai StuG, dan tak lama kemudian ditransfer ke unit panzer LSSAH yang baru dibentuk. Pada kancah Pertempuran Kharkov di musim semi 1943, Beck dan kompi di bawah pimpinannya tercatat menghancurkan lebih dari 100 meriam artileri dan 10 tank T-34 Rusia dalam pergulatan yang berlangsung selama tiga minggu! Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Maret 1943 sebagai SS-Obersturmführer dan Führer 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Pada tahun 1943, Beck - bersama dengan sejumlah perwira LSSAH lainnya - dipindahkan ke 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk. Pada awalnya dia tetap bertugas sebagai komandan kompi, tapi kemudian beralih menjadi perwira penghubung antara divisi HJ dengan "orangtuanya", LSSAH. Dia terbunuh dalam pemboman brutal Sekutu di sekitar Caen/Normandia pada bulan Juni 1944. Beck kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof La Cambe, Prancis. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Mei 1941) und I.Klasse (14 September 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (21 Februari 1942); Bulgarischer Tapferkeitsorden IV.Klasse (10 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Silber (15 Maret 1943)



SS-Sturmbannführer Hans Becker (5 November 1911 - 20 Agustus 1944) bergabung dengan NSDAP dan SA pada waktu yang bersamaan pada tahun 1932. Setahun setelahnya dia menjadi anggota SS, dan kemudian dipromosikan menjadi SS-Untersturmführer sebagai penghargaan atas kepahlawanannya dalam medan pertempuran di Polandia (1939). Sebagai seorang pemimpin kompi dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Kharkov (1943). Pada tanggal 11 Maret dia dan batalyonnya ditugaskan untuk mengusir pasukan Rusia dari desa Alekseevka yang menutupi gerak maju pihak Jerman ke arah landasan udara yang strategis. Meskipun telah mendapat bantuan dari pesawat-pesawat Stuka serta empat buah Sturmgeschütz, usaha Becker dkk menemui kegagalan karena kuatnya pertahanan musuh. Dengan ditemani oleh beberapa orang anakbuahnya yang terbaik, Becker memutari desa tersebut dan menyerang posisi Rusia dari arah belakang, yang membuat mereka terkejut karena tidak mengira mendapat bokongan dari wilayah yang masih dikuasai oleh Tentara Merah. Tidak hanya berhasil merebut Alekseevka dari tangan Rusia, Becker dan segelintir anakbuahnya juga berhasil menggagalkan serangan balik musuh yang didukung oleh tank. Pendudukan desa tersebut menjadi pembuka perebutan Kharkov oleh pasukan Jerman, dan karenanya Hans Becker kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Maret 1943 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Setelah upgrade Divisi LSSAH menjadi divisi panzer, Becker naik pangkat menjadi komandan batalyon dengan pangkat SS-Sturmbannführer. Sang pahlawan SS gugur di medan perang Normandia pada bulan Agustus 1944 dalam pertempuran sengit melawan pasukan Sekutu di St. Lambert (Prancis). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Panzerkampfabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42

List of winners of the Knight in the Battle of the Bulge

Daftar Peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Bulge

PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Anton Becker (30 Mei 1915 - 13 Agustus 1995) bergabung dengan Infanterie-Regiment 77 pada tahun 1937 setelah menyelesaikan tugas wajibnya di RAD (Reichsarbeitsdienst). Pada saat Perang Dunia II pecah di bulan September 1939 s/d awal tahun 1940 dia bertugas menjaga perbatasan Jerman di garis pertahanan Siegfried (Westwall). Dalam kampanye militer melawan Prancis, Becker berposisi sebagai Zugführer (komandan peleton) dengan pangkat Leutnant der Reserve. Dia naik pangkat menjadi komandan kompi pada bulan Oktober 1941 saat Wehrmacht sedang sibuk merangsek Rusia dalam Unternehmen Barbarossa. Dia terluka berat dalam pertempuran di Orel pada tahun 1942 sehingga harus menjalani perawatan intensif sampai dengan tahun 1943. Setelah kembali bertugas di resimen lamanya, tak lama kemudian Becker diangkat sebagai Regimentsadjutant. Dalam posisi inilah dia memimpin sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) Jerman dalam pertempuran melawan tentara Amerika yang terkepung di Bastogne pada akhir tahun 1944. Ketika pasukan bantuan musuh datang, mereka berhasil dipukul mundur dengan menderita korban berat dan Becker tetap mempertahankan posisinya di Bonnerne-Villeraux sampai dengan tanggal 18 Januari 1945. Saat datang panggilan untuk mundur ke garis pertahanan baru di Rheinbreitenbach, Becker tetap memberikan perlawanan yang maksimal sehingga lawannya tetap tak mampu mematahkan perlawanan sang ajudan selama berminggu-minggu kemudian! Barulah ketika Jerman menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945, Becker dan unitnya menyerahkan diri sehari setelahnya. Atas prestasinya dalam Pertempuran Bulge, Anton Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 April 1945 sebagai Hauptmann dan Adjutant Grenadier-Regiment 77 / 26.Volks-Grenadier-Division / XXXIX.Armeekorps / 5.Panzerarmee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (28 Februari 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Agustus 1940) und I.Klasse (8 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (29 Oktober 1940); Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (16 Februari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (22 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (8 September 1942)

April 15, 2016

Photo 253. Infanterie - Division


Foto 253. Infanterie-Division

PERAIH EICHENLAUB

 Generalleutnant Carl Becker (16 Januari 1895 - 24 Maret 1966) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian menjadi polisi di masa antar-perang. Pada tahun 1934 dia kembali ke militer dengan pangkat Hauptmann. Becker menjadi komandan kompi pada tahun 1935, dilanjutkan dengan menjadi komandan batalyon pada tahun 1937, dan komandan resimen pada tahun 1940. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Oktober 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte, setelah berhasil memukul mundur serangan pasukan Rusia di Rzhev bulan Agustus sebelumnya. Pada awal tahun 1943 Becker dipercaya sebagai komandan sementara 2. Luftwaffen-Feld-Division, dilanjutkan dengan komandan 253. Infanterie-Division (18 Januari 1943 - 9 Mei 1945). Dia mendapatkan medali Eichenlaub #829 pada tanggal 14 April 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 253.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Ketika perang berakhir, Becker ditangkap oleh pasukan Rusia dan baru dibebaskan pada tahun 1955. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Grossherzoglich Oldenburgisches Friedrich August-Kreuz II.Klasse (14 Juli 1915) und I.Klasse (13 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Juli 1915) und I.Klasse (17 Juni 1917); kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration (13 Mei 1918); Ritterkreuz des königlichen preußische Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (8 Juli 1918); Ehrenritterkreuz II. Klasse des Grossherzoglich Oldenburgischer Haus-und Verdienstorden des Herzogs Peter Friedrich Ludwig mit Schwertern (23 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (19 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939) und I.Klasse (10 Juni 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #393 (29 September 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #393 (4 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/30 (18 Oktober 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 24 Oktober 1943 dan 10 Oktober 1944

Photo 6. Infanterie - Division

        


  Foto 6. Infanterie-Division

                              

                                         PERAIH RITTERKREUZ


            
           
           
       
 Generalleutnant Carl Becker (16 Januari 1895 - 24 Maret 1966) adalah veteran 
Perang Dunia Pertama yang kemudian menjadi polisi di masa antar-perang. 
Pada tahun 1934 dia kembali ke militer dengan pangkat Hauptmann.
 Becker menjadi komandan kompi pada tahun 1935, 
dilanjutkan dengan menjadi komandan batalyon pada tahun 1937, dan 
komandan resimen pada tahun
 1940.
 Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal
 29 Oktober 1942 sebagai Oberst dan
 Kommandeur Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division/ VI.Armeekorps 
/9.Armee / Heeresgruppe
 Mitte, setelah berhasil memukul mundur serangan pasukan Rusia di Rzhev bulan 
Agustus sebelumnya. 
Pada awal tahun 1943 Becker dipercaya sebagai komandan sementara:
2.Luftwaffen-Feld-Division, 
dilanjutkan dengan komandan 253. Infanterie-Division
                                                (18 Januari 1943 - 9 Mei 1945).
 Dia mendapatkan medali Eichenlaub #829 pada tanggal 14 April 1945 
sebagai Generalleutnant dan 
Kommandeur 253.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / 
Heeresgruppe Mitte. 
Ketika perang berakhir, Becker ditangkap oleh pasukan Rusia dan baru dibebaskan 
pada tahun 1955.
 Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Grossherzoglich Oldenburgisches
 Friedrich 
August-Kreuz II.Klasse (14 Juli 1915) und I.Klasse (13 Agustus 1916); 
1914 Eisernes Kreuz II.Klasse 
(23 Juli 1915) und I.
Klasse (17 Juni 1917); 
kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.
Klasse mit der Kriegsdekoration (13 Mei 1918); 
Ritterkreuz des königlichen preußische 
Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (8 Juli 1918); 
Ehrenritterkreuz II. 
Klasse des Grossherzoglich 
Oldenburgischer Haus-und Verdienstorden des Herzogs Peter 
Friedrich Ludwig mit Schwertern 
(23 Agustus 1918); 
Verwundetenabzeichen 1918 in Gold (31 Agustus 1918); 
Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (19 Januari 1935); 
Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV.
 bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 
Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939) 
und I.
Klasse (10 Juni 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940); 
Ehrenblattspange 
des Heeres und Waffen-SS #393 (29 September 1941); Anerkennungsurkunde 
des Oberbefehlshabers des Heeres #393 (4 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in 
Gold #1/30 
(18 Oktober 1941);
 serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942). Namanya juga 
disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 24 Oktober 1943 dan 10 Oktober 1944

Recipient of the Knight in the Battle of Rzhev

Generalleutnant Carl Becker (16 Januari 1895 - 24 Maret 1966) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian menjadi polisi di masa antar-perang. Pada tahun 1934 dia kembali ke militer dengan pangkat Hauptmann. Becker menjadi komandan kompi pada tahun 1935, dilanjutkan dengan menjadi komandan batalyon pada tahun 1937, dan komandan resimen pada tahun 1940. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Oktober 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte, setelah berhasil memukul mundur serangan pasukan Rusia di Rzhev bulan Agustus sebelumnya. Pada awal tahun 1943 Becker dipercaya sebagai komandan sementara 2. Luftwaffen-Feld-Division, dilanjutkan dengan komandan 253. Infanterie-Division (18 Januari 1943 - 9 Mei 1945). Dia mendapatkan medali Eichenlaub #829 pada tanggal 14 April 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 253.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Ketika perang berakhir, Becker ditangkap oleh pasukan Rusia dan baru dibebaskan pada tahun 1955. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Grossherzoglich Oldenburgisches Friedrich August-Kreuz II.Klasse (14 Juli 1915) und I.Klasse (13 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Juli 1915) und I.Klasse (17 Juni 1917); kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration (13 Mei 1918); Ritterkreuz des königlichen preußische Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (8 Juli 1918); Ehrenritterkreuz II. Klasse des Grossherzoglich Oldenburgischer Haus-und Verdienstorden des Herzogs Peter Friedrich Ludwig mit Schwertern (23 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (19 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939) und I.Klasse (10 Juni 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #393 (29 September 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #393 (4 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/30 (18 Oktober 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 24 Oktober 1943 dan 10 Oktober 1944

TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA

TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA A. TOPOLOGI JARINGAN ( KELEBIHAN DAN K...