April 21, 2016

Photos Gerd von Rundstedt

Foto Gerd von Rundstedt

Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (12 Desember 1875 - 24 Februari 1953) adalah seorang jenderal veteran Jerman yang sangat disegani, baik oleh kawan maupun lawannya. Dwight Eisenhower dan Bernard Montgomery - dua orang panglima perang Sekutu paling terkemuka - menganggapnya lebih berbahaya dan berkemampuan dibandingkan dengan sang "Rubah Gurun" Erwin Rommel. Beberapa kali dia dipecat oleh Hitler dari jabatannya (karena dianggap mbalelo), dan beberapa kali pula sang Führer memanggilnya kembali untuk bertugas. Menanggapi hal ini, Von Rundstedt pernah berujar: "mengapa selalu aku, si Keledai Tua?" Ketika pada tahun 1944 dia ditanya oleh Kepala Oberkommando der Wehrmacht Wilhelm Keitel mengenai bagaimana caranya memperbaiki keadaan militer Jerman yang rontok dimana-mana, Von Rundstedt dengan tanpa basa-basi menjawab "akhiri perang, idiot!". Medali dan penghargaan yang diterimanya: Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; Königlichen Preußischen Kronen-Orden IV Klasse; Königlichen Preußischen Roter Adler-Orden IV Klasse; Ritterkreuz II Klasse des Sachsen-Weimarischer Hausorden der Wachsamkeit oder vom weissen Falken; Ritterkreuz I Klasse des Sachsen-Ernestinischer Hausorden; Waldecksches Verdienstkreuz IV Klasse; Schwarzburgisches Ehrenkreuz III Klasse; Kaiser-Wilhelm-Erinnerungs-Medaille 1797-1897 (Centenarmedaille); Königlichen Bayerische Militär-Verdienstorden IV Klasse mit Schwertern; Ritterkreuz I Klasse des Königlich Sächsische Albrechts-Orden mit Schwertern; Königlichen Bayerische Militär-Verdienstkreuz I Klasse; Lippisches Kriegsverdienstkreuz; Königlichen Bayerische Militär-Verdienstkreuz IV Klasse mit der Krone und Schwertern; Kaiserlich und Königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III Klasse mit der Kriegsdekoration; Türkischer Eiserner Halbmond; Preußische Dienstauszeichnungskreuz; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung I Klasse; Eichenlaub zur Wehrmacht-Dienstauszeichnung I Klasse; Grosskreuz des Königlich Ungarische Verdienstorden (11 Agustus 1937); Grosskreuz des Königlich Italienische Orden der Krone (7 Juni 1938); Königlich Jugoslawische Heisen-Orden II Klasse (6 Juli 1938); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (16 September 1939) und I.Klasse (21 September 1939); Rumänische Orden “Michael der Tapfere” III.Klasse, II.Klasse (19 September 1941) und I.Klasse (1 September 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1 (30 September 1939) mit Eichenlaub #519 (1 Juli 1944) und Schwertern #133 (18 Februari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (6 Agustus 1941, 8 Agustus 1941), 19 September 1941, 11 Oktober 1941, 12 Oktober 1941, dan 10 September 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Kommandeur Gruppenkommando 1 di Berlin) menyempatkan diri untuk berfoto di studio di hari ulangtahunnya yang ke-57 yang jatuh pada tanggal 12 Desember 1932. Namanya pertama kali mengemuka pada tanggal 20 Juli 1932 saat Reichskanzler Franz von Papen memerintahkannya - sebagai pemegang komando Wehrkreis III di Berlin - untuk memberlakukan kondisi darurat militer karena, dengannya, dia mempunyai alasan untuk membubarkan parlemen Prusia yang dianggap mbalelo. Von Rundstedt melakukan protes secara resmi terhadap perintah kontroversial ini, dan beberapa hari kemudian kondisi darurat tersebut dicabut. Pada bulan Oktober di tahun yang sama Von Rundstedt naik pangkat dari Generalleutnant menjadi General der Infanterie sekaligus diberikan komando Gruppenkommando 1 yang mencakup seluruh wilayah Jerman bagian timur


 Para petinggi Wehrmacht berkumpul di Ehrenmal (Monumen Peringatan) Unter den Linden, Berlin, untuk mengenang jasa para pahlawan Jerman yang telah gugur sekaligus menyaksikan gelaran parade militer, 1 Juni 1934. Di latar belakang kita bisa melihat pilar raksasa bangunan Neue Wache yang biasa digunakan untuk acara peletakan karangan bunga. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister)


Pertemuan para petinggi Reichswehr dan SS dengan Werner von Blomberg, 13 Januari 1935. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 2), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (Staatssekretär im Staatsministerium Preußen), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), dan Präsident Charakter als General der Artillerie Edmund Wachenfeld (Befehlshaber Luftkreis-Kommando I)



 Foto ini diambil di Berlin-Gatow dalam acara peresmian Luftkriegs-Akademie (Einweihungsfeier der Luftkriegsakademie) pada tanggal 1 November 1935 dan memperlihatkan para petinggi Wehrmacht bersama dengan Führer-nya. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Wilhelm Adam (Kommandeur Wehrmachtakademie), Admiral Erich Raeder (sedikit tertutup, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Charakter als General der Flieger Otto von Stülpnagel (Kommandeur Luftkriegs-Akademie); Oberst Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Infanterie Gerd von Rundstedt(Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 di Berlin), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi penghormatan dalam parade besar di Berlin untuk memperingati ulang tahun ke-47 dari dirinya, tanggal 20 April 1936. Di belakangnya, berjajar dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaladmiral Dr. h.c. Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 di Berlin). Di hari ini pula Göring, Blomberg dan Raeder mendapat anugerah kenaikan pangkat dari Sang Führer


 Pada tanggal 22 April 1936 sang kreator Reichswehr, pensiunan Generaloberst Hans von Seeckt, berulangtahun yang ke-70. Untuk merayakannya sekaligus sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Adolf Hitler mengangkat Seeckt yang sudah renta sebagai Chef des Infanterie-Regiment 67, sebuah pangkat kehormatan yang biasa diberikan pada perwira tinggi yang dianggap mempunyai kontribusi penting bagi Angkatan Bersenjata Jerman (contoh lainnya adalah Werner von Blomberg yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 73 serta Gerd von Rundstedt yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 18). Foto ini memperlihatkan saat Von Seeckt (kanan) menginspeksi pasukan penjaga kehormatan di Berlin yang diambil dari resimennya, Infanterie-Regiment 67. Di sebelah kirinya adalah Panglima Wehrmacht Werner von Blomberg yang baru dua hari sebelumnya dipromosikan secara luar biasa menjadi Generalfeldmarschall, serta kedua dari kiri adalah General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1). Jadi dalam foto ini kita bisa melihat tiga orang Chef des Infanterie-Regiment berdiri berdampingan! Von Blomberg dan Von Rundstedt sendiri baru mendapatkan pangkat kehormatan tersebut setelah Von Seeckt (Von Blomberg tanggal 13 Maret 1937, dan Von Rundstedt tanggal 1 November 1938)


 Adolf Hitler berfoto bersama dengan Generaloberst Gerd von Rundstedt di dalam bangunan Reichskanzlei pada tanggal 4 November 1938. Tiga hari sebelumnya (1 November 1938), Von Rundstedt pensiun dari dinas kemiliteran dengan jabatan terakhir sebagai Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 sekaligus 2. Armee. Untuk menghargai jasa-jasanya, Hitler menjadikan sang jenderal senior sebagai Chef des Infanterie-Regiment 18 di Bielefeld, sebuah pangkat kehormatan yang hanya diberikan pada orang-orang tertentu di kemiliteran. Infanterie-Regiment 18 sendiri merupakan unit lama Von Rundstedt dimana dia menjadi komandannya di periode 1 Mei 1925 s/d 1 Oktober 1926


Generaloberst Gerd von Rundstedt (kiri, Oberbefehlshaber Ost dan Gubernur Militer Polandia) serta Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee) berdiri di atas sebuah mobil Kfz dalam sebuah acara parade militer yang digelar oleh Wehrmacht di lapangan plac Teatralny di depan gedung Teatr Wielki Warsawa (Polandia) pada tanggal 2 Oktober 1939. Keduanya mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang baru mereka dapatkan beberapa hari sebelumnya. Foto oleh Sonderführer Eric Borchert dari Propaganda-Kompanie 501



 Tiga orang jenderal Wehrmacht mengisi waktu berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka Adolf Hitler di lapangan udara Warsawa (Polandia) tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan:Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Ost dan Gubernur Militer Polandia), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto oleh Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler


 
Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) mendapat sambutan meriah dari para prajurit Wehrmacht yang mengangkat tangan mereka memberi salam hormat "Hitlergruß" dalam acara kunjungan sang Führer ke Hauptquartier (Markas Besar) Heeresgruppe A di Bastogne, Belgia, pada tanggal 17 Mei 1940. Berdiri di atas mobil Mercedes-Benz G-4, dari kiri ke kanan: Hitler, SS-Sturmbannführer Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Sebagai supir (tidak terlihat disini) adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka

 Generaloberst Gerd von Rundstedt (kiri, Oberbefehlshaber Heeresgruppe A) duduk bersama dengan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee) dalam sebuah acara jamuan makan siang sederhana luar ruangan di tengah taman dan pepohonan yang menyejukkan. Foto diambil pada bulan Juni 1940 di Prancis oleh Kriegsberichter Harren dari Propaganda-Kompanie (PK) 670


 
Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) bersama dengan para perwira tinggi Wehrmacht lainnya ke musium Louvre di Paris (Prancis) yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 1940. Disini dia sedang mendengarkan penjelasan dari kurator musium Fernand Merlin tentang patung Venus de Melo karya Alexandros dari Antioch yang terpajang di hadapan mereka



Prancis, Maret 1941: Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (kiri, Oberbefehlshaber West) memberikan ucapan selamat kepada Generalfeldmarschall Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber Heeresgruppe D) atas "Militär-Dienstjubiläum" (perayaan masa bakti militer) yang ke-40 tahun sang Marsekal di Angkatan Darat Jerman (22 Maret 1901 - 22 Maret 1941). Foto oleh Kriegsberichter Dieck dari Propaganda-Kompanie (PK) 696


 Para petinggi Heeresgruppe Süd dalam Unternehmen Barbarossa musim panas 1941. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd), Oberst im Generalstab Julius von Bernuth (Verbindungsoffizier des Oberkommando der Heeres zur Heeresgruppe Süd), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Oberstleutnant im Generalstab August Winter (Ia Erster Generalstabsoffizier Heeresgruppe Süd). Rundstedt membawa serta Interimstab-nya, dan juga mengenakan seragam "Ehrenoberst" (Kolonel Kehormatan) meskipun dia notabene sudah berpangkat Marsekal (!), karena dia adalah "Chef des Infanterie-Regiments 18", sebuah pangkat kehormatan dari resimen lama kepada perwiranya yang sudah menanjak menjadi jenderal senior, minimal bintang tiga (General der...)



Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Benito Mussolini (pemimpin Italia), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Foto ini diambil di sebuah lapangan udara di Front Timur pada tanggal 28 Agustus 1941 saat Mussolini dan Hitler mengunjungi markas besar Heeresgruppe Süd di Uman/Cherkasy Oblast (Ukraina). Foto oleh Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler


 Upacara pemakaman General der Infanterie Kurt von Briesen (Kommandierender General LII. Armeekorps) yang tewas pada tanggal 20 November 1941 di dekat Isjum (Donetsk) saat mendapat serangan dari pesawat udara Rusia. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Kharkov di Ukraina tak lama kemudian. Untuk identifikasinya, aki-aki yang menghadap kamera sambil memegang tongkat adalah General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef der Generalstabes Heeresgruppe Süd), sementara di belakangnya yang sedang menunduk adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Di sebelah kanan memakai ledermantel (jaket kulit) adalah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dalam sebuah foto studio buatan tahun 1941 yang dipublikasikan pada tahun 1942 untuk memperingati "Militär-Dienstjubiläum" (perayaan masa bakti militer) yang ke-50 tahun sang Marsekal di Angkatan Darat Jerman (22 Maret 1892 - 22 Maret 1942). Foto yang dibuat oleh E. Bieber (nggak tahu siapanya Justin Bieber!) ini memperlihatkan Dienstanzug Modell 1920 (Pakaian Tugas M20) yang biasa dipakai oleh para perwira Reichswehr, lengkap dengan kragenspiegel (insignia kerah) Ehrenoberst (Kolonel Kehormatan) Regimentschef Infanterie-Regiment 18. Von Rundstedt memang lebih memilih untuk mengenakan seragam model ini daripada umumnya seragam jenderal Wehrmacht (Dienstanzug M36 dengan Kragenspiegel Larisch-Stickerei)


 Para petinggi Wehrmacht di Belanda bulan Juli 1942, tampaknya dalam sebuah inspeksi latihan militer. Kedua dari kiri sambil memegang Interimstab adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah General der Flieger Friedrich Christiansen (Wehrmachtbefehlshaber Niederlande). Ketiga dari kanan kemungkinan besar adalah Generalmajor Adolf Bordhin (Pionierführer 15. Armee)




Parade mesin perang dari SS-Division (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di jalanan Champs-Élysées (Paris, Prancis) yang berlangsung tanggal 29 Juli 1942. Beberapa yang terlihat melintas adalah Schwimmwagen, Sd.Kfz.250, truk, dan Panzerkampfwagen I Ausf.B. Tiga orang perwira tinggi yang berdiri menghadap kamera adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Division LSSAH), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West), dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Paul "Papa" Hausser (Kommandierender General SS-Panzerkorps). Foto oleh Kriegsberichter Micheljack dari PK (Propaganda-Kompanie) 696


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dalam sebuah acara inspeksi ke salah satu Hafenpunkt (pangkalan pertahanan Kriegsmarine) di Selat Inggris, Januari 1943. Disini dia sedang mendengarkan penjelasan tentang sistem pertahanan pantai dari komandan pangkalan tersebut (Hafenkommandant) yang berpangkat Fregattenkapitän. Interimstab (tongkat komando) dipegangnya di tangan kanan. Foto oleh Kriegsberichter H. Wolf


 Para perwira tinggi Wehrmacht dalam sebuah acara resepsi. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi yang pasti di Front Barat antara tahun 1942-1944. Setidaknya untuk masalah identifikasi wajah bisa diketahui mana-mana yang paling mesum: Paling kanan adalah General der Infanterie Alexander von Falkenhausen (Militärbefehlshaber Belgien-Nordfrankreich); ketiga dari kanan yang menghadap ke kiri dengan tangan di dagu adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West); dan Ritterkreuzträger keempat dari kanan yang sedang ngobrol dengan Von Rundstedt adalah Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee)


Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) Berdiskusi dengan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) di Hotel "George V" di Paris, Prancis, tanggal 19 Desember 1943. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Jesse dari Propaganda-Kompanie 690 (KB-Zug Ob.West). Perhatikan bahwa petanya dicorat-coret! Ini karena foto di atas beredar di masa perang dan, untuk mencegah Sekutu mengetahui peta apa yang sedang didiskusikan oleh dua petinggi Wehrmacht tersebut serta menerka kira-kira apa yang ada di pikiran mereka, makanya petanya disamarkan!


Pertemuan para jenderal komando tinggi Jerman di Barat yang dilangsungkan di Hotel "George V" di Paris tanggal 19 Desember 1943. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West), Generalleutnant Alfred Gause (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B) dan Oberst i.G. z.V. Bodo Zimmermann (Ia Oberbefehlshaber West)

Pertemuan para jenderal komando tinggi Jerman di Barat yang dilangsungkan di Hotel "George V" di Paris tanggal 19 Desember 1943. Erwin Rommel berdiskusi dengan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt. Foto diambil oleh Kriegsberichter Jesse. Foto ini pertama terbit di media Jerman tanggal 14 Januari 1944 sehingga beberapa sumber salah menyebutkan tanggalnya sebagai tanggal tersebut!


Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel di Hotel "George V", Paris, tanggal 19 Desember 1943. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Jesse dari Propaganda-Kompanie 690 (KB-Zug Ob.West). Disini kita bisa dengan jelas melihat medali-medali yang telah diraih oleh Marsekal Rommel. Di lehernya: Pour le mérite (10 Desember 1917); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten #6 (11 Maret 1943). Di sakunya: Gemeinsames Flugzeugführer und Beobachter-Abzeichen in Gold mit Brillanten; Spange zum Eisernes Kreuz I klasse (21 Mei 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber; dan Verwundetenabzeichen in Silber (kelak Rommel menerima pula yang versi Gold tak lama setelah cederanya tanggal 7 Agustus 1944)



 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dalam sebuah foto studio yang dibuat pada tahun 1944 oleh fotografer Heinscher dari Firma Scherl. Dalam foto ini Von Rundstedt membawa serta Marschallstab (Tongkat Marsekal) yang umumnya hanya dipakai dalam upacara-upacara resmi saja (sementara untuk sehari-hari dipakai Interimstab)


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) ke tempat pelatihan 5.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Disini sang marsekal (tengah) sedang menginspeksi deretan mittleren Schützenpanzer (Sd.Kfz. 251), diiringi oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) serta SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") di kanan-kirinya. Foto oleh Kriegsberichter Kurth dari Propaganda-Kompanie (PK) 698



Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) ke tempat pelatihan 5.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Disini sang marsekal sedang menginspeksi deretan mittleren Schützenpanzer (Sd.Kfz. 251), diiringi oleh para perwira Divisi Hitlerjugend. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzeraufklärungs-Abteilung 12 "Hitler Jugend"), tidak diketahui, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), tidak diketahui, Rundstedt, tidak diketahui, dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Foto oleh Kriegsberichter Kurth dari Propaganda-Kompanie (PK) 698


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) ke tempat pelatihan 5.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), SS-Sturmbannführer Karl Bartling (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12 / 12.Panzer-Division "Hitlerjugend"), Von Rundstedt, dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dietrich tampaknya sedang meminjamkan teropongnya untuk dipakai oleh sang Marsekal


Kurt Meyer bersama dengan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dalam suatu latihan perang yang dilakukan oleh SS-Panzergrenadier-Regiment 25 di Beverloo, Belgia, tanggal 3 Maret 1944. Di tengah terlihat Brigadeführer Fritz Witt sedang mesem. Sedangkan demi melihat postur wajahnya yang sebagian kelihatan, di antara Witt dan Rundstedt kemungkinan adalah Sepp Dietrich. Selain Rundstedt, petinggi Wehrmacht lain yang sempat mengunjungi latihan perang Divisi Hitlerjugend adalah Generaloberst Heinz Guderian tanggal 27-29 April 1944


Latihan perang besar-besaran SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Beverloo, Belgia, tanggal 3 Maret 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I.SS-Panzerkorps); dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


 Latihan perang besar-besaran SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Beverloo, Belgia, tanggal 3 Maret 1944. SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzeraufklärungs-Abteilung 12 "Hitler Jugend") melaporkan apa yang sedang terjadi dalam latihan kepada Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West)


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) berdiri di atas mobil (yang tampaknya adalah sebuah Mercedes-Benz G-4) dalam sebuah acara parade militer Wehrmacht yang dilangsungkan pada tanggal 21 Maret 1944. Tangannya dalam posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) yang merupakan kekhususan bagi para perwira tinggi berpangkat marsekal, yang dilakukan dengan mengacungkan interimstab atau marschallstab sebatas dada


Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (kiri, Oberbefehlshaber West) dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) berdiri di hadapan peta Eropa Barat berukuran ajegile dalam sebuah perundingan strategi perang yang diadakan pada tanggal 30 Maret 1944 di Hauptquartier (markas besar) LXXXI. Armeekorps di Canteleu, Normandia (Prancis). Foto oleh Kriegsberichter Scheck dari Propaganda-Kompanie (PK) 698


 Generalleutnant Max Fremerey (kiri, Kommandeur 155. Reserve-Panzer-Division) dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West). 155. Reserve-Panzer-Division merupakan hasil bentukan ulang dari Panzer Division 155 di bulan Agustus 1943. Divisi tersebut ditempatkan di Prancis di bawahOberbefehlshaber West dari bulan Agustus 1943 s/d April 1944 ketika di dimasukkan ke dalam formasi 9. Panzer-Division. Foto ini kemungkinan besar diambil pada masa tersebut


Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) mengunjungi Generalfeldmaschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) di markas besarnya di Prancis, tanggal 17 Mei 1944 (hanya kurang dari sebulan sebelum Sekutu mendarat di Normandia). Disini Von Rundstedt sedang menyambut kedatangan sang jenderal panzer

 
Pertemuan para jenderal Oberbefehlshaber West di Paris, Prancis, bulan Mei 1944. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppe G), Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West). Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Jesse dari Propaganda-Kompanie 690 (KB-Zug Ob.West)


Pertemuan para jenderal Oberbefehlshaber West di Paris, Prancis, bulan Mei 1944. Disini kita bisa melihat: Erwin Rommel (di tengah trio yang ngobrol di belakang), Johannes Blaskowitz (kiri Rommel), Gerd von Rundstedt (kanan Rommel, tangan di kepala), Hugo Sperrle (kedua dari kiri, menghadap kamera), Günther Blumentritt (paling kiri), Hermann Plocher (memunggungi kamera di hadapan Sperrle, tangan memegang berkas putih), Theodor Krancke (Laksamana ketiga dari kiri, menghadap kamera), Leo Geyr von Schweppenburg (memunggungi kamera di hadapan Krancke, tangan di belakang), Hans Speidel (kedua dari kanan, wajah tertutup Schweppenburg), Bodo Zimmermann (depan kanan dengan wajah berpaling ke kamera dan tangan di saku)


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) mengacungkan Interimstab-nya di posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) dalam upacara pemakaman Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang diadakan di Rathaus (Aula kota) Ulm, Baden-Württemberg, pada tanggal 18 Oktober 1944. Seorang perwira Heer terlihat membawa sebuah Ordenskissen yang berisikan medali dan penghargaan yang telah diraih oleh mendiang selama karir militernya yang cemerlang



Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) memberikan eulogi mewakili Hitler dalam upacara pemakaman Erwin Rommel yang diadakan di Rathaus (Aula kota) Ulm, Baden-Württemberg, tanggal 18 Oktober 1944. Seorang perwira terlihat membawa sebuah Ordenskissen yang berisikan medali dan penghargaan yang telah diraih oleh mendiang selama karir militernya yang cemerlang, sementara karangan bunga besar di sebelah kanan merupakan kiriman dari Führer sebagai tanda ucapan dukacita
 
Janda serta putra satu-satunya mendiang menerima ucapan duka cita dari para pelayat yang membanjir. Sebelah kiri Manfred Rommel adalah Hauptmann Helmuth Lang (ajudan Rommel) sementara sebelah kanan Frau Rommel adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) 


Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West), dan General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B) dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West)


Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalleutnant Siegfried Westphal (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber West), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West), dan General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


 Foto ini kemungkinan besar diambil dalam waktu yang bersamaan atau tidak jauh beda dengan foto sebelumnya. Dari kiri ke kanan: Generalmajor z.V. Bodo Zimmermann (Chef der Führungsabteilung Oberbefehlshaber West),Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West), dan Generalleutnant Siegfried Westphal (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber West)


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dengan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang tercantol di lehernya. Berdasarkan buku "Adolf Hitler" karya John Toland, Von Rundstedt merupakan satu-satunya orang di seantero Third Reich yang tanpa sungkan berkata buruk tentang Hitler di depan umum! Kata-kata seperti "Si Gefreiter (kopral) dari Bavaria" atau "Orang ini sakit". Luar biasanya, berdasarkan pengakuan dari Generalmajor Horst Freiherr Treusch von Buttlar-Brandenfels, Hitler sendiri mengetahui tentang hal ini tapi dia tetap membiarkannya! Alasannya adalah, sang Führer menghargainya sebagai seorang prajurit serta kejeniusannya sebagai seorang pemimpin militer. Von Rundstedt dikenal sebagai orang yang pantang menyerah dan selalu memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap keadaan - sesulit apapun - dan hal-hal inilah yang membuat Hitler kesengsem, terutama saat kondisi peperangan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Ini pula yang menjadi penyebab Hitler mentoleransi jenderal-jenderal "cablak" tapi mempunyai skill brilian seperti halnya Von Rundstedt. Orang-orang seperti Heinz Guderian, Walter Model, Erwin Rommel dan Dietrich von Saucken


 Dari kiri ke kanan: Leutnant Dr. Hans Gerd von Rundstedt, Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, dan Staff Sergeant Brisecha dari US Army. Foto diambil di Wiesbaden (Jerman) pada tahun 1945, tak lama setelah sang marsekal Jerman menyerahkan diri kepada pasukan Amerika dari 36th Infantry Division bersama dengan anaknya, Leutnant Hans von Rundstedt, pada tanggal 1 Mei 1945. Selama dua bulan dia ditahan di Jerman sebelum diterbangkan ke Inggris pada tanggal 10 Juli 1945


 Foto berwarna yang diambil dari cuplikan film ini kemungkinan besar diambil pada tanggal 10 Juli 1945 saat pemberangkatan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dari Jerman ke Inggris untuk menjalani sisa masa penahanannya disana. Ikut pula bersama dia anak satu-satunya Leutnant Dr. Hans Gerd von Rundstedt, sementara perwira Luftwaffe yang terlihat ngadu huntu dengan sang marsekal adalah Generaloberst Hubert Weise, mantan General z.b.V. beim Oberbefehlshaber der Luftwaffe yang ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945 (sementara Von Rundstedt dan anaknya pada tanggal 1 Mei 1945)


 Upacara pemakaman Gerd von Rundstedt yang diselenggarakan di pinggiran Hannover-Stöcken (Jerman) pada bulan Februari 1953. Sang mantan Generalfeldmarschall meninggal dunia akibat gagal jantung pada tanggal 24 Februari 1953, hanya berselang empat bulan setelah kematian istri tercintanya, Luise "Bila" von Rundstedt (4 Oktober 1952). Anak satu-satunya pasangan ini, Hans Gerd von Rundstedt, sudah terlebih dahulu meninggal dunia akibat kanker tenggorokan pada tanggal 12 Januari 1948. Gerd von Rundstedt dikuburkan dengan memakai seragam lengkap, dan upacara pemakamannya dihadiri oleh 2.000 orang (yang kebanyakan merupakan veteran perang mantan anakbuahnya). Disini tampak seorang pria membawakan Ordenskissen (bantal medali) yang berisikan Marschallstab serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern yang dimiliki oleh mendiang semasa hidupnya


 Marschallstab (Tongkat Marsekal) milik Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt yang kini tersimpan di Wehrgeschichtliches Museum Rastatt (Jerman), berdampingan dengan piagam penganugerahan medali Schwerter untuk Erwin Rommel. Tongkat tersebut dipinjamkan oleh cucu sang Marsekal - yang juga bernama Gerd von Rundstedt - ke museum sejarah militer tersebut sesudah pemiliknya meninggal dunia

------------------------------------------------------------------------------
























No comments:

TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA

TOPOLOGI JARINGAN DAN PERANGKAT JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NYA A. TOPOLOGI JARINGAN ( KELEBIHAN DAN K...